Ajian Semar Mesem Tanpa Puasa. Benarkah Ada ? Ini Jawabannya ?

Memang banyak sekali orang yang ingin memiliki ilmu dan juga Ajian Semar Mesem, baik lelaki maupun perempuan, yang tua maupun yang muda dengan latar belakang apapun dan tentu saja dengan tujuan yang tidak jauh dari ranah asmara.

 

Salah satu tujuannya adalah supaya bisa mendekati, meluluhkan bahkan supaya bisa memiliki hati wanita atau pria yang di sukainya. Supaya bertekuk lutut dengannya, supaya nurut pada semua perkataannya dan supaya memiliki kehidupan samara yang bahagia.

 

Setelah mendapatkan ilmu tersebut, ternyata syarat dan lelakunya cukup berat dan mungkin sebagian dari Anda malah menganggapnya sangat berat. Salah satunya adalah lelaku puasa. Baik puasa mutih, ngalong bahkan sampai puasa pati geni beberapa hari.

 

Dengan kesibukan orang-orang saat ini yang sangat padat, mulailah muncul ilmu dan ajian pelet semar mesem tanpa puasa dan apapun itu. Hati hati dengan ilmu yang seperti ini. Bisa jadi itu palsu.

 

Karena dari dulu Saya mempelajari ilmu pelet dan susuk asli warisan leluhur jawa itu belum menemukan ataupun bahkan belum membaca dan mengalami pengalaman tertentu yang menyatakan bahwa Ajian Semar Mesem itu bisa di kuasai dan di dapatkan tanpa lelaku puasa.

 

Padahal hakikat dari segala ilmu spiritual seperti apapun itu, sekuat apapun itu dan semudah apapun itu pasti membutuhkan lelaku puasa sebagai jembatan untuk memperkuat energi spiritualitas seseorang.

 

Anda mungkin bertanya-tanya, Kok di luaran sana banyak sekali yang beredar ajian pelet semar mesem tanpa puasa kang?

 

Saya memang mengatakan kalau Ilmu dan Ajian Semar Mesem itu ketika di amalkan puasa merupakan syarat wajib yang harus Anda lakukan.

 

Tapi, Syarat puasa itu tidak harus Anda yang mengamalkannya. Puasa tersebut bisa di wakilkan. Namun perlu di garis bawahi bahwa Ajian Semar Mesem yang lelaku puasanya di wakilkan hanyalah yang berupa sarana saja.

 

Seperti sarana pelet semar mesem berupa keris, mustika, jimat dan minyak.

 

Baik yang berupa mustika, minyak, maupun keris semar mesem. Sayalah yang melakukan lelaku puasa tersebut, karena Sayalah yang menggunakan ilmunya. Dan kemudian energi yang di dapatkan dari ilmu tersebut Saya kunci dalam sebuah sarana tertentu yang mana ketika ada orang yang menggunakan sarana semar mesem tersebut tidak perlu melakukan lelaku puasa ataupun lelaku yang lainnya.

 

Jadi kesimpulannya adalah Ilmu dan Ajian Pelet Semar yang asli warisan leluhur itu WAJIB ada lelaku puasanya bagi yang mengamalkan ilmunya namun TIDAK WAJIB bagi mereka yang memanfaatkan ilmu tersebut dalam bentuk sarana tertentu.